Selasa, 17 Desember 2013

LOGICAL FALLACY
apa itu Logical Fallacy? Logical Fallacy berarti kesesatan pemikiran berlogika. Kalau disederhanakan, logical fallacy berarti pendapat yang tujuan akhirnya adalah misleading point. Akhirnya para pihak yang sedang berpendapat jadi hilang arah dan fokus, tentang apa yang dibicarakan. 
Why do i keep this up? Logical Fallacy sering kita dengar sehari-hari, melalui magic box yang memiliki layar berwarna-warni bernama televisi. Siapa pelakunya? kebanyakan politisi dan pengacara. Apa tujuannya? menggiring opini publik, memenangkan debat kusir, provokasi, berkelit di persidangan (khusus pengacara)
Itu sedikit mukadimah tentang logical fallacy. Sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin jika kita malah sudah terbiasa melakukan ini, sengaja atau tidak. Kayaknya semakin dini kita paham mengenai logical fallacy ini, makin baik dan makin matang diri kita dalam menghadapi perbedaan pendapat. Mufakat itu bisa terlahir apabila perdebatannya sehat dan keep on track, ga melebar ke sana ke mari.
Penggunaan logical fallacy bisa membuat seseorang memenangkan pendapatnya dalam melawan orang lain. Namun, alangkah baiknya apabila kita membiarkan pendapat yang bagus dan solutif memenangkan dirinya sendiri. Ga usah lah ditambahin pengantar macam-macam.
inilah macam-macam logical fallacy, check it and avoid it :
1. Argumentum ad Hominem
Argumentum ad Hominem adalah bentuk argumen yang tidak ditujukan untuk menangkal argumen yang disampaikan oleh orang lain tetapi justru menuju pada pribadi si pemberi argumen itu sendiri. Argumen itu akan menjadi sesat-pikir ketika ia ditujukan menyerang pribadi lawan demi merusak argumen lawan. Kalimat populernya adalah: shoot the messenger, not the message. Ada banyak bentuk ad hominem, namun yang paling umum dan dijadikan contoh di sini adalah ad hominem cercaan. Ad hominem termasuk dalah satu sesat-pikir yang paling sering dijumpai dalam debat dan diskusi politik, yang biasanya akan membawa topik ke dalam debat kusir yang tak ada ujung pangkal.
Catatan Tambahan: Ad hominem tidak sama dengan penghinaan, celaan, atau cercaan. Sejatinya, ad hominem ada dalam premis dan pengambilan kesimpulan berupa logika yang langsung mengarahkan argumennya pada seseorang dibalik suatu argumen. Dan tendensinya bisa saja bukan merupakan penghinaan, namun hanya mengkaitkan dua hal yang tidak berhubungan sama sekali. Sederhananya, bisa dikatakan ad hominem jika itu berupa premis dan kesimpulan, untuk menjatuhkan argumen lawan.
Contoh: Kepada anggota dewan yang terhormat, harus saya ingatkan bahwa ketika Bung anggota Fraksi Merdeka yang menanyai saya ini memegang jabatan, tingkat pengangguran berlipat ganda, inflasi terus-menerus melonjak, dan harga sembako naik drastis. Dan Bung ini masih berani menanyai saya tentang masa depan proyek sekolah gratis ini. (cara yang berbelit-belit untuk mengatakan “no comment”, namun juga sekaligus menyerang lawan)
2. Red Herring
Red Herring adalah argumen yang tak ada sangkut-pautnya dengan argumen lawan, yang digunakan untuk mendistraksi atau mengalihkan perhatian orang dari perkara yang sedang dibahas, serta menggiring menuju kesimpulan yang berbeda. Sesat-pikir ini biasanya akan keluar jika seseorang tengah terdesak. Ia akan langsung melemparkan umpannya ke topik lain, di mana topik lain ini sukar dihindari untuk tidak dibahas. Itu karena biasanya pemilihan topik lain itu ‘baunya’ cukup kuat seperti perumpamaan ikan merah (red herring) atau terasi bagi orang Indonesia (meminjam istilah Herman Saksono), antara lain topik yang aktual atau isu yang cukup dengan lawan debat atau audiens.
Contoh:
Andi: Polisi harusnya menindak tegas para aktivis lingkungan yang berdemo hingga menyebabkan macet di beberapa ruas jalan.
Badu: Anda merasa makin panas dan gerah saat macet kan? Kita harus peduli dengan isu global warming itu, bagaimana opini Anda?
(ketika Andi mengemukakan opininya tentang global warming, maka jatuhlah ia ke dalam topik baru)
3. Straw Man (Manusia Jerami)
Straw Man yaitu argumen yang membuat sebuah skenario yang dengan suatu imej yang menyesatkan atau mengemas kesan, kemudian menyerangnya. Untuk membuat ‘manusia jerami’ (straw man) adalah dengan membuat ilusi telah menyangkal suatu proposisi dengan mensubstitusinya dengan sesuatu yang mirip namun dangkal dan mudah diserang, tanpa pernah benar-benar menyangkal argumen lawan yang sebenarnya. Seperti namanya, manusia jerami adalah sasaran yang empuk dan mudah untuk diserang. Menyerang manusia jerami yang diciptakan dari manipulasi argumen lawan akan membuat argumen diri sendiri terlihat kuat dan bagus. Pada umumnya, selain terdapat dalam kampanye, manusia jerami ini akan dikeluarkan setelah lawan selesai bicara mengenai perkara yang dibahas.
Contoh:
Tono: Kita harus mengendurkan lagi status hukum ganja.
Rudi: Tidak. Obat-obatan terlarang itu akan merusak generasi muda kita.
(kalimat ‘obat-obatan terlarang yang merusak’ adalah manusia jerami untuk menggantikan menyerang ‘ganja’)
4. Guilt by Association (Over Generalisasi)
Guilt by Association berciri-ciri tipe generalisasi umum–yang terlalu cepat mengambil kesimpulan–yang meyakini bahwa sifat-sifat suatu hal berasal dari sifat-sifat suatu hal lain. Sesat-pikir ini bisa berupa ad hominem, biasanya dengan menghubungkan argumen dengan sesuatu hal diluar argumen itu, kemudian menyerang si pembuat argumen. Ini adalah bentuk ekstrim dari majas Totum pro parte yang mana berupa seolah-olah pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Intinya adalah mencari kesalahan seseorang dari apa saja yang berkaitan dengannya, lalu jadikan hal tersebut argumen untuk menjatuhkannya.
Contoh:
Gusdur banyak bergaul dengan golongan sekuler. Golongan sekuler itu kebanyakan berasal dari Amerika. Pasti Gusdur adalah seorang liberal dan antek-antek Amerika.
(lihat bagaimana dengan mudah menggeneralisasikan seseorang berdasarkan hubungannya dengan hal lain)
5. Perfect Solution Fallacy
Perfect Solution Fallacy adalah sesat-pikir yang terjadi ketika suatu argumen berasumsi bahwa sebuah solusi sempurna itu ada, dan sebuah solusi harus ditolak karena sebagian dari masalah yang ditangani akan tetap ada setelah solusi tersebut diterapkan. Asumsinya, jika tidak ada solusi sempurna, tidak akan ada solusi yang bertahan lama secara politik setelah diimplementasi. Tetap saja, banyak orang tergiur oleh ide solusi sempurna, mungkin karena itu sangat mudah untuk dibayangkan.
Contoh:
Penerapan UU Pornografi ini tidak akan berjalan dengan baik. Pemerkosaan akan tetap terjadi.
(argumen yang tidak memperhatikan penurunan tingkat kriminalitas asusila)
6. Argumentum ad Verecundiam
Argumentum ad Verecundiam terjadi ketika mengacu pada seseorang yang dianggap positif sebagai pakar atau ahli sehingga apa yang diucapkannya adalah sebuah kebenaran. Otoritas kepakaran seseorang yang mengucapkan suatu hal tersebut kemudian otomatis diakui sebagai sesuatu yang pasti benar, meskipun otoritas itu tidak relevan
Contoh:
Banyak ahli mengakui kapitalisme itu telah runtuh dan banyak boroknya. Jadi mana yang sebaiknya saya percaya, para ahli terkemuka itu atau Anda yang kuliah saja belum lulus?
(tembakan plus ad hominem, dan ya, bisa juga menambahkan sederet nama orang terkenal dalam argumennya)
7. Poisoning the Well
Poisoning the Well adalah sesat-pikir yang mencegah argumen atau balasan dari lawan dengan cara membuat lawan dianggap tercela dengan berbagai tuduhan bahkan sebelum lawan sempat bicara. Teknik meracuni sumur ini lebih licik dari sekadar mencela lawan karena akan membuatnya menghina diri sendiri karena menyambut argumen yang telah diracuni tersebut.
Contoh:
Kami menduga Sintong akan melakukan negative campaign untuk menjatuhkan Gerindra.
(dan apa yang Sintong tulis tentang Prabowo dalam bukunya akan dianggap sebagai upaya menjatuhkan Gerindra)
8. Argumentum ad Temperantiam
Argumentum ad Temperantiam adalah kesesatan yang menyatakan bahwa pandangan pertengahan adalah sesuatu yang benar tanpa peduli nilai-nilai lainnya. Serta juga menganggap jalan tengah sebagai pertanda kekuatan suatu posisi. Meskipun dapat menjadi nasihat yang bagus, namun kesesatannya disebabkan karena ia tak punya dasar yang kuat dalam argumen karena selalu berpatokan bahwa jalan tengah adalah yang benar. Penggunaannya kadang dengan membuat-buat posisi lain sebagai posisi yang ekstrim.
Contoh:
Daripada mendukung komunisme atau mendukung kapitalisme, lebih baik ideologi Pancasila yang merupakan jalan tengah keduanya.
(sedikitpun tidak menjabarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem)
9. Ipse-dixitism
Ipse-dixitism adalah argumen dengan dasar keyakinan yang dogmatis. Seseorang yang menggunakan Ipse-dixitism mengasumsikan secara sepihak premisnya sebagai sesuatu yang disepakati, padahal tidak demikian. Premis yang diajukan dalam argumen seolah-olah merupakan fakta mutlak dan telah disepakati bersama kebenarannya, padahal itu hanya dipegang oleh pemberi argumen, tidak bagi lawannya. Sesat-pikir ini akan berujung pada debat kusir.
Contoh: Ideologi liberalis dan kapitalis telah terbukti gagal dan hanya menyengsarakan rakyat, karena itu harus diganti dengan sistem spiritual.
(ideologi yang gagal itu belum disepakati lawan bicaranya, jadi bagaimana langsung dapat menggulirkan solusi?)
10. Proof by Assertion
Proof by Assertion adalah kesesatan dimana suatu argumen terus-menerus diulang tanpa mengacuhkan kontradiksi terhadapnya. Kadang ini diulang hingga diskusi pun jenuh, dan pada titik ini akan dianggap sebagai fakta karena belum dikontradiksi. Sesat-pikir ini sering digunakan sebagai retorika oleh politikus, atau dalam debat sebagai usaha menggagalkan penetapan suatu undang-undang dengan pidato yang amat panjang dan tak habis-habis. Dalam bentuk yang lebih ekstrim lagi, juga bisa menjadi salah satu bentuk pencucian otak. Penggunaannya dapat diamati dari penggunaan slogan politik yang terus-menerus diulang.
Contoh:
Tapi Bapak Menteri, seperti yang telah saya jelaskan selama dua bulan terakhir ini, tak mungkin kita memotong anggaran biaya departemen ini. Tiap posisi dan jabatan di dalamnya amat penting bagi efesiensi kerja dan prestasi departemen. Lihat saja office boy yang selalu mengantarkan kopi, atau mereka yang memunguti penjepit kertas di ruang kerja, maka blablablablablaaa…
[dan seterusnya, berbelit-belit] (selama dua bulan cuek terhadap argumen balasan dan terus mengulang perkara yang sama)
11. Two Wrongs Make a Right
Two Wrongs Make a Right adalah kesesatan yang terjadi ketika diasumsi bahwa jika dilakukan suatu hal yang salah, tindakan salah yang lain akan menyeimbanginya. Sesat-pikir ini biasa digunakan untuk menggagalkan tuduhan dengan menyerang tuduhan lain yang juga dianggap salah.
Contoh:
Dedi: Soeharto merebut kekuasaan dari Bung Karno dan akhirnya ia berkuasa dengan tangan besi.
Amir: Tapi Soekarno juga mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup!
(ya, tapi itu bukan berarti apa yang dilakukan Soeharto itu benar)
12. Argumentum ad Novitam
Argumentum ad Novitam muncul ketika sesuatu hal yang baru dapat dikatakan benar dan lebih baik, dengan mengasumsikan penggunaan hal yang baru berbanding lurus dengan kemajuan zaman dan sama dengan kemajuan baru yang lebih baik. Sesat-pikir ini selalu menjual kata ‘baru’, dengan menyerang suatu hal yang lama sebagai hal yang gagal dan harus diganti dengan yang lebih baru.
Contoh: Mengganti golongan tua dengan golongan muda serta wajah baru di parlemen akan membuat negara ini lebih baik.
(tapi masalah seperti korupsi bukan perkara tua atau muda)
13. Argumentum ad Antiquitam
Kebalikan dari Argumentum ad Novitatem, ketika sesuatu benar dan lebih baik karena merupakan sesuatu yang sudah dipercaya dan digunakan sejak lama. Argumen ini adalah favorit bagi golongan konservatif. Nilai-nilai lama pasti benar. Patriotisme, kejayaan negara, dan harga diri sejak puluhan tahun silam. Sederhananya, sesat-pikir ini adalah kebiasaan malas berpikir. Dengan selalu berpatokan bahwa cara lama telah dijalankan bertahun-tahun, maka itu dianggap sesuatu yang pasti benar.
Contoh:
PDI-Perjuangan telah memperjuangkan nasib wong cilik sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, maka pilihlah moncong putih.
(berpuluh-puluh tahun berjuang, lalu apa hasilnya?)
14. False Dichotomy 
False Dichotomy atau False Dilemma terjadi apabila argumen hanya melibatkan dua opsi, yang seringkali berupa dua titik ekstrim dari beberapa kemungkinan, di mana masih ada cara lain namun tidak disertakan ke dalam argumen. Biasanya sesat-pikir ini menyempitkan opsi menjadi dua saja, walaupun masih ada opsi lain. Bahkan kadang-kadang menyempitkan opsi menjadi satu, sehingga seolah-olah mau tidak mau harus menyetujuinya.
Contoh: Sistem pendidikan yang fraksi kami ajukan harus segera disahkan dan dilaksanakan, jika tidak, kemerosotan moral pasti akan menghinggapi generasi muda kita.
(opsi lainnya tidak disertakan sehingga membuat argumennya mau tidak mau harus disetujui)
Sebenarnya masih banyak lagi bentuk sesat pikir, yang sering muncul dalam keseharian kita, pada prinsipnya untuk mencegah pikiran kita agar tidak terjerumus pada sesat pikir, maka meluruskan pikiran kita dengan mempelajari ilmu logika adalah jalan keluar yang terbaik… Semoga bermanfaat


KISAH MUBAHALAH

Para pemeluk Kristen mengakui Nabi Isa as sebagai anak tuhan dan meyakini bahwa tuhan sebagai ayah dari nabi besar ini. Mereka menyembah tiga hal; yakni Allah sebagai tuhan ayah, Nabi Isa as sebagai anak dan ruh Qudus. Berbeda dengan akidah umat Islam yang bersandarkan pada al-Quran menyebut Nabi Isa as sampai sekarang masih hidup dan mendapat rezekinya di sisi Allah, orang Kristen meyakini Nabi Isa as dibunuh musuhnya dan disalib.
Perbedaan akidah ini juga sudah ada sejak masa Nabi Muhammad Saw. Suatu kali para pendeta Kristen bersama uskup besarnya, Abu Haritsah menemui Nabi Saw. Abu Haritsah yang mendengar banyak tentang Nabi Isa as dari ucapan yang dinukil dari Nabi Saw berkata kepada beliau, "Wahai Muhammad! Aku ingin tahu tentang pendapatmu mengenai Nabi Isa?"
Nabi Saw menjawab, "Beliau adalah hamba yang terpilih dan beriman kepada Allah."
Abu Haritsah berkata, "Siapa ayahnya?"
Nabi Saw menjawab, "Sesuai dengan kehendak Allah beliau lahir dari ibunya yang suci, Maryam as, dan tidak memiliki ayah."
Abu Haritsah dengan takjub berkata, "Bagaimana mungkin semua manusia memiliki ayah, tapi Isa as lahir ke dunia tanpa ayah?!"
Pada waktu itu turun ayat kepada Nabi Saw, "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Jadilah (seorang manusia), maka jadilah dia." (QS. Ali Imran: 59)
Nabi Saw berkata, "Saat ini Allah Swt menurunkan ayat ini kepadaku, maka sudah selayaknya setelah ada ayat ini kalian tidak berselisih pendapat lagi dengan kami."
Tapi para pendeta Kristen itu tidak peduli dengan ucapan Nabi Saw dan tetap berpegangan dengan keyakinannya. Setelah itu turun lagi dua ayat lanjutan dari ayat sebelumnya kepada Nabi Saw, "(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." (QS. Ali Imran: 60-61)
Nabi Saw menyampaikan masalah ini kepada Abu Haritsah dan rombongannya dan mereka menerima untuk bermubahalah. Tapi Abu Haritsah berkata kepada para pendeta yang siap untuk bermubahalah, "Bila Muhammad mengajak keluarganya untuk bermubahalah, maka kalian harus membatalkannya. Tapi bila ia hanya membawa para sahabatnya, maka jangan bermubahalah dengannya."
Keesokan harinya, sesuai dengan perjanjian sebelumnya, Nabi Muhammad Saw bersama Ali as, Sayidah Fathimah as, dan Imam Hasan dan Husein as datang ke tempat yang telah disepakati untuk bermubahalah. Menyaksikan itu, para pendeta Kristen sangat khawatir melakukan mubahalah mendatangi uskup besarnya dan menyampaikan siapa yang dibawa oleh Muhammad Saw. Uskup besar mengatakan, "Jangan melakukan mubahalah dengan mereka. Karena keluarga ini bila memohon kepada Allah, bahkan gunung-gunung pun bisa dipindah."
Para pendeta berkata, "Lalu apa yang harus kami lakukan?"
Uskup berkata, "Bila kalian melakukan mubahalah dengan mereka, maka kalian akan binasa dan musnah. Kita melakukan perdamaian dengan mereka dan setiap tahunnya memberi upeti kepada umat Islam!"
Nabi Saw menerima ucapan dan janji mereka dan kepada para sahabatnya beliau berkata, "Seandainya kelompok ini melakukan mubahalah dengan kami, maka mereka akan terkena panasnya kemurkaan Allah." (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)
satuislam.org

Minggu, 15 Desember 2013

AL KISAH

Betapa Mulianya Kebebasan

Almarhum Ayatullah Taleghani mengatakan, "Bila engkau memasukkan seekor kucing ke dalam kandang dan memberinya daging setiap hari, tetap saja ia mendekati pintu kandang sambil mengeluarkan suaranya. Yakni, ia mengatakan bahwa dirinya ingin keluar. Seberapa banyak kita memberinya daging dan makanan, tetap saja ia mengeluarkan suarang meongnya.

Bila ada yang berbaik hati dengan mengatakan kepadanya bahwa sekarang engkau bebas dan bisa keluar dari kandang itu, tapi tidak ada yang akan memberimu daging dan engkau berada dalam kondisi diembargo ekonomi. Engkau hanya bisa menemukan keras di jalan dan hanya itu yang dapat dimakan, kucing itu akan tetap mengeluarkan suaranya yang berarti saya memilih bebas. Kebebasan disertai rasa lapar masih lebih mulia, ketimbang berada di kandang dengan daging yang siap sedia setiap hari!

RUANG DOA

Doa Fatimah Az-Zahra’ (sa)
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ قَنِّعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي وَاسْتُرْنِي وَعَافِنِي اَبَدًا مَااَبْقَيْتَنِي، وَاغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي اِذَا تَوَفَّيْتَنِي. اَللَّهُمَّ لاَ تُعْيِنِي فِي طَلَبِ مَالَمْ تُقَدِّرْلِي وَمَا قَدَّرْتَهُ فَاجْعَلْهُ مُيَسِّرًا سَهْلاً. اَللَّهُمَّ كَافِ عَنِّي وَالِدَيَّ وَكُلَّ مَنْ لَهُ نِعْمَةٌ عَلَيَّ خَيْرَ مُكَافَاةٍ. اَللَّهُمَّ فَرِّغْنِي لِمَا خَلَقْتَنِي لَهُ، وَلاَ تَسْغَلْنِي بِمَا تَكَفَّلْتَ لِي بِهِ، وَلاَ تُعَذِّبْنِي وَاَنَا اَسْتَغْفِرُكَ، وَلاَ تَحْرِمْنِي وَاَنَا اَسْأَلُكَ. اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ نَفْسِي وَعَظِّمْ شَأْنَكَ فِي نَفْسِي، وَاَلْهِمْنِي طَاعَتَكَ وَاْلعَمَلَ بِمَا يُرْضِيكَ وَالتَّجَنُّبَ لِمَا يُسْخِطُكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allâhumma qanni’nî bimâ razaqtanî wasturnî wa ‘âfinî abadan mâ abqaytanî, waghfirlî warhamnî idzâ tawaffaytanî.

Ya Allah, cukupkan aku dengan rejeki yang telah Kauberikan kepadaku. Jagalah aku dan sejahterakan aku selalu selama Kauhidupkan aku. Ampunilah aku, sayangilah aku ketika Engkau matikan aku.

Allâhumma lâ tu’yinî fi thalabi mâlam tuqaddirlî wa mâ qaddartahu faj’alhu muyassiran sahlâ.

Ya Allah, jangan Kaususahkan aku untuk mencari apa yang tidak Kautakdirkan bagiku, dan untuk apa yang Kautakdirkan bagiku lancarkan dan mudahkan ia.

Allâhumma kâfi ‘annî wâlidayya wa kulla man lahu ni’matun ‘alayya khayra mukâfâtin.

Ya Allah, penuhilah sebaik-baiknya kebutuhan kedua orang tuaku dan semua yang melalui mereka Kauanugerahkan kepadaku kenikmatan.

Allâhumma farrighnî lima khalaqtanî lahu, wa lâ tasghalnî bimâ takaffaltalî bihi, wa lâ tu’adzdzibnî wa ana astaghfiruka, wa lâ tahrimî wa ana as-aluka.

Ya Allah, ringankan aku untuk melakukan apa-apa yang telah Kauciptakan aku atasnya. Janganlah Kausibukkan aku sebagai beban terhadap apa yang Kauwajibkan padaku. Janganlah Engkau mengazab aku padahal aku memohon ampunan-Mu. Janganlah Engkau mengabaikan aku padahal aku bermohon kepada-Mu.

Allâhumma dzallil nafsî wa ‘azhzhim sya’naka fî nafsî, wa alhimnî thâ’ataka wal-‘amala bimâ yurdhîka wat-tajannuba lima yuskhithuka, yâ Arhamar râhimîn.
Ya Allah, rendahkan diriku dan besarkan Dikau di dalam hatiku. Ilhamkan kepadaku ketaatan kepada-Mu, amal yang membuat-Mu ridha dan menjauhi apa-apa yang membuat-Mu murka. Wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.